Rabu, 05 Januari 2011

Posting Terakhir

Shalom saudara-saudari yang dikasihi dalam nama Tuhan Yesus,

Ini merupakan posting-an terakhir di blog saya.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi Anda dalam mengunjungi blog ini.
Saya juga mengucapkan permintaan maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan.

Sampai jumpa di lain kesempatan. :-)
Tuhan Yesus memberkati.

Kamis, 18 Februari 2010

Ramalan

Anda pasti pernah (paling tidak) mendengar kata ramalan. Ramalan adalah sesuatu yang disampaikan kepada seseorang tentang masa depan yang belum tentu terbukti kebenarannya dan tidak ada bukti sama sekali. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut peramal dan kegiatannya disebut peramal.

Ada berbagai cara yang digunakan peramal untuk meramal seseorang. Bisa dengan bola kristal, garis tangan, shio, bintang (horoskop), dan sebagainya. Anehnya, manusia-manusia seperti mereka kenapa bisa beredar luas di masyarakat (sama seperti lagu penghinaan pada entri sebelumnya)? Karena mereka tidak sama dengan kita, dimana mereka memiliki kekuatan tambahan entah dari mana (tapi yang jelas sangat tidak disukai oleh Tuhan).

Cara-cara meramal yang telah disebutkan di atas merupakan kekejian bagi Tuhan, karena Ia tidak mau anak-anak-Nya pergi ke jalan yang salah, yaitu bertanya kepada peramal mengenai keberuntungan mereka di masa yang akan datang. Dia pun sudah berkata di dalam alkitab bahwa Dia akan menentang orang yang berpaling kepada roh-roh peramal. Dia juga berkata bahwa kita tidak diizinkan oleh-Nya untuk pergi kepada peramal, meskipun orang lain tetap meramal.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali kita meramal. Jangan sampai diri kita disesatkan oleh pengajaran iblis. Jangan ada lagi di antara kita yang buka program-program horoskop dan sejenisnya. Jika kita ingin menanyakan masa depan kita, tanyalah kepada Tuhan. Jangan tanyakan kepada peramal sebab mereka telah disesatkan iblis dan janganlah kiranya kita juga ikut disesatkan olehnya.


 

Tuhan Yesus memberkati.

Bersambung...

“Baunya Tuhan...”

Pada malam yang dingin di bulan Maret dan angin berhembus di kegelapan malam di Dallas, Amerika. Dan seorang dokter melangkah masuk ke dalam ruangan dimana Diana Blessing dirawat. Diana masih merasa pening akibat dari efek operasi. Diana baru saja dioperasi.

Suaminya, David menggenggam tangannya dan berusaha menahan emosinya atas berita yang baru saja didengarnya.

Siang itu pada tanggal 10 Maret 1991, Diana mengalami komplikasi pada kandungannya. Di usia kandungan baru 24 minggu dia harus menjalani operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi di dalam kandungannya. Maka lahirlah anak perempuan pasangan itu yang bernama Dana Lu Blessing. Dana hanya 12 inci dan massanya hanya 1 pon 9 ons (0,86 kg). Dan perkataan dokter yang lembut rasanya seperti bom bagi mereka. Dokter mengatakan dengan sebaik-baiknya, "Saya tidak yakin, anak ini akan dapat bertahan."

Hanya ada kemungkinan 10 persen, dia akan melewati malam ini. Dan jika dapat bertahan, hanya ada kesempatan yang sangat kecil dia dapat bertahan. Masa depannya akan sangat kejam.

Dengan rasa tidak percaya, David dan Diana mendengarkan apa yang dokter jelaskan tentang sesuatu yang sangat buruk. Dana sangat tidak mungkin untuk selamat. "Dana tidak akan dapat berjalan. Dia tidak akan dapat berbicara. Dia kemungkinan akan buta, dan dia pasti akan mudah untuk dapat menderita catastrophic (masalah besar) dari Celebral plasty (idiot) dan penghambatan perkembangan mental dan lain sebagainya."

"Tidak mungkin." Kata Diana tidak percaya.

Dia dan David, suaminya, dan anak lelakinya Dustin yang berumur 5 tahun, telah lama mendambakan seorang putri di dalam anggota keluarganya.

Sekarang mimpi itu telah terwujud...

Tetapi setelah hari itu berlalu dan penderitaan baru di dalam keluarga itu. Karena Diana mengalami pertumbuhan sistem sel saraf yang sangat lambat sehingga cahaya atau sentuhan dapat membuat dia merasa kesakitan (tidak nyaman), jadi mereka tidak dapat menggendong bayi mungil itu di dada dan memberikan rasa cinta yang besar.

Semua mereka lakukan untuk berdoa supaya Tuhan mau berjaga di dekat putri mereka yang berharga, dan Dana berjuang sendirian di bawah lampu sinar ultraviolet di dalam inkubator.

Mereka tidak melupakan bagaimana Dana bertumbuh dan akhirnya menjadi semakin kuat. Minggu demi minggu berlalu, Dana tumbuh dengan lambat namun pasti. Massa dan kekuatannya juga semakin bertambah.

Akhirnya, setelah Dana berusia 2 bulan, mereka mendapatkan izin untuk menyentuh Dana dengan tangan untuk yang pertama kalinya.

Dan dua bulan kemudian, dokter memperingatkan dengan lembut kemungkinan yang suram yang akan terjadi, kesempatannya sangat kecil untuk bertahan dan hidup dengan normal. Semuanya sangat kecil sekali. Dan Dana bisa dibawa pulang dari rumah sakit, seperti yang diinginkan ibunya.

Lima tahun kemudian, Dana telah menjadi seorang gadis kecil yang mungil dengan mata abu-abunya yang cerah dan semangat hidup yang luar biasa. Tidak ada tanda-tanda akan mengalami suatu gangguan mental atau fisik yang akan dideritanya. Dia seperti gadis kecil yang normal dengan segala aktifitasnya.

Tetapi cerita tidak berakhir di sini...

Di suatu siang yang panas, pada musim panas tahun 1996 di dekat rumah mereka di Irvine, Texas. Dana sedang duduk di pangkuan ibunya, di sebuah lapangan bola setempat, dimana saudaranya Dustin sedang latihan baseball bersama team-nya.

Seperti biasa, Dana mengoceh tanpa henti kepada ibunya dan beberapa orang dewasa duduk di dekat mereka ketika tiba-tiba Dana terdiam. Dana memeluk tangan ibunya dan merangkulkannya ke tubuh mungilnya. Lalu ia bertanya..

"Mama, mama mencium sesuatu?"

Ibunya mencoba menghirup udara dan berusaha mendeteksi akan mendekatnya badai.

"Ya, baunya seperti akan hujan." Diana menjawab.

Dana memandang mata ibunya dan bertanya lagi.

'Mama mencium baunya..."

Sekali lagi ibunya menjawab, "Ya. Saya pikir nanti akan hujan. Karena baunya seperti hujan." Meski masih dalam dekapan ibunya, Dana menggelengkan kepalanya dan menepuk pundak ibunya dengan tangan mungilnya. Dengan perlahan dia mengatakan,

"Bukan. Baunya seperti Dia..."

Itu baunya Tuhan Yesus, ketika kamu mendekap ke dada-Nya. Air mata mengalir ke pipi Diana karena Dana bahagia akan pertolongan Tuhan sehingga Dana dapat hidup seperti anak lainnya.

Sebelum hujan turun, perkataan Dana mengingatkan Diana akan keberadaan Dana dalam keluarga itu, di dalam hatinya selama ini.

Pada saat hari-hari yang panjang di dalam 2 bulan pertama kehidupan Dana, sistem sarafnya sensitif meskipun terhadap sentuhan. Pada saat itu, Dana tidak dapat didekap di dalam pelukan ibunya meskipun ibunya sangat menginginkannya.

Tuhan telah mendekap Dana di dalam pelukan-Nya dan menjaganya. Dan bau Cinta Tuhan terus diingat oleh Dana dengan sangat baik.


 

Dikutip dari:

ClickOn edisi September-November 2009, dengan beberapa pengubahan.

Lagu Penghinaan

Anda mungkin pernah mendengar lagu yang berjudul "Lelaki Buaya Darat" dan "Wanita Racun Dunia". Kedua lagu tersebut sebenarnya merupakan suatu penghinaan terhadap lawan jenis. Dan saya juga agak kurang tahu mengapa kedua lagu tersebut beredar luas di masyarakat, padahal isinya merupakan hinaan terhadap lawan jenis.

Coba Anda bayangkan, Tuhan sudah membuat pria dan wanita menurut gambar-Nya. Tuhan melihat bahwa keduanya hidup secara baik. Tapi oleh manusia dikacaukan sehingga akhir-akhir ini banyak pria dan wanita yang tidak pernah akur. Padahal, wanita dan pria merupakan satu-kesatuan sehingga keduanya dapat saling melengkapi, bukan saling menghina. Dapatkah Anda membayangkan, jika Tuhan Yesus menghina wanita dan Bunda Maria menghina pria. Apa yang terjadi? Pasti kacau balau, bukan?

Sebenarnya, kita boleh saja mendengar lagu-lagu dunia. Tapi kita juga harus berpikir secara rasional untuk menyukai lagu tersebut: apakah lagu tersebut hanya untuk menghibur atau untuk menghina seseorang? Kalau tujuannya untuk menghibur, tentunya bukan menjadi masalah untuk menyukai lagu tersebut. Tapi kalau tujuannya untuk menghina seseorang, jangan sekali-kali menyukainya karena akan timbul masalah yang sangat besar setelahnya. Oleh karena itu, berpikirlah secara rasional dalam memilih lagu-lagu dunia. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk berpikir secara rasional dalam memilih lagu rohani (ini akan di-posting di entri berikutnya).


 

Tuhan Yesus memberkati.

Catatan:

Anda juga dapat membantu memperbaiki artikel ini melalui chat box atau halaman komentar.

Senin, 15 Februari 2010

Tampilan Bukan Jaminan

Anda tentu mengetahui apa yang dimaksud dengan tampilan. Tampilan yang dimaksud di sini adalah bagian luar dari diri kita yang dapat dilihat oleh orang lain. Akhir-akhir ini, banyak orang yang menyatakan bahwa hanya melalui penampilan, mereka bisa melihat perilaku seseorang. Padahal, yang namanya penampilan hanya merupakan suatu pelengkap dan tidak dapat dijadikan sebagai skala untuk mengukur perilaku seseorang. Contoh: perempuan muda yang memakai pakaian berwarna pink terasa norak bagi berbagai kalangan. Padahal, yang namanya pakaian pink sekarang juga banyak dipakai oleh lelaki.

Tidak hanya sekadar perilaku, kesuksesan dan kekayaan pun juga tidak dapat diukur skalanya hanya dengan penampilan. Misalnya ada seorang wanita yang awet muda. Orang-orang mengatakan bahwa wajahnya sudah menandakan bahwa wanita itu merupakan seorang kaya raya. Padahal, orang-orang itu tidak tahu kalau (mohon maaf, agak menghina) wanita itu punya hutang.

Untungnya ada Tuhan Yesus. Dia tidak hanya melihat penampilan kita, tetapi juga hati kita. Dan hati kitalah yang menjadi penetapan bagi-Nya apakah kita layak di mata-Nya atau tidak. Dia tidak meminta kita untuk memakai pakaian yang istimewa. Percuma saja pakaian kita istimewa tapi hati kita tidak istimewa. Cukuplah dengan pakaian yang sederhana dan sopan serta hati yang istimewa, niscaya kita layak di mata-Nya. Oleh karena itu, jangan hanya menjaga penampilan kita, tetapi hati kita juga yang harus kita jaga.


 

Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 09 Februari 2010

Kesaksian Ibu Ratna Rotua Marpaung (GBI Cibubur): Janin Mati Hidup Kembali


Jumat, 8 Desember 2006, adalah hari yang tidak bisa saya lupakan karena menerima vonis dokter bahwa kandungan saya yang berusia 8-9 minggu dinyatakan tidak berkembang. Seharusnya sesuai usia kandungan, panjang janin 27 mm tetapi ini hanya 22 mm. Selain itu tidak ada detak jantungnya atau dengan kata lain janin saya sudah mati. Dokter lalu memutuskan bahwa saya harus dikuret, tetapi akan dilakukan 1 minggu kemudian bila tidak ada perkembangan dan saya harus siap untuk itu.
Saya sempat memiliki riwayat kehamilan yang buruk. Anak kedua meninggal dengan kasus sama. Janin tidak berkembang, pada usia kehamilan 3,5 bulan tahun 2005.
Saya keluar dari klinik dengan pikiran kalut karena berpikir akan mengalami kejadian serupa seperti tahun lalu. Saya juga bingung harus mengatakan apa kepada suami. Dia suka mencium perut saya sambil berkata pada janin itu seolah-olah dia anak perempuan yang sedang kami nanti-nantikan. Padahal kami belum tahu jenis kelaminnya. Tapi hari ini saya harus mengatakan padanya janin itu sudah mati.
Esok hari saya menghubungi ketua COOL beserta istrinya untuk sharing dan berdoa. Disarankan oleh ketua COOL agar saya dan suami menghadiri Ibadah ke-3 GBI Cibubur pukul 17.00 WIB di Ruko Raffles Hill.
Pada Minggu, 10 Desember 2006, kami mengikuti ibadah. Selesai itu, kami didoakan. Saya merasakan pengurapan Tuhan mengalir dari kepala ke seluruh tubuh. Seorang ibu memeluk saya dan berkata, "1, 2, 3! Hai bayi yang mati bangkitlah, hiduplah kembali!"
Baik pengerja dan khususnya teman-teman COOL, terus mendoakan kami serta menghubungi lewat telepon selama masa penantian sampai hari dimana saya direncanakan akan dikuret setelah pemeriksaan membuktikan tidak ada perkembangan.
Ketika hari itu tiba, saya datang lagi ke klinik untuk di-USG oleh dokter. Betapa gembiranya saya waktu dokter mengatakan bahwa janin berkembang sempurna dan detak jantungnya terdengar! Puji Tuhan!
Teruslah bergantung dan berserah kepada Tuhan. Jangan lupa untuk berbagi bersama saudara-saudara seiman khususnya teman-teman COOL untuk saling menguatkan dan mendoakan.
(Kesaksian telah ditayangkan pada acara "A Time for Healing" di Indovision-TBN Channel 95)

Senin, 08 Februari 2010

Meninggikan Diri akan Direndahkan

Senin, 8 Februari 2010

Meninggikan Diri akan Direndahkan

Oleh: Pdt. Jonathan Lopulalan


 

Bacaan diambil dari Yesaya 5 : 15.

Jika kita menyimak Firman Tuhan di atas, di sana dikatakan bahwa orang sombong akan direndahkan.

Orang yang meninggikan diri sering berpikir bahwa meninggikan diri merupakan suatu kelemahan. Sebenarnya, orang yang meninggikan diri merupakan suatu kejahatan karena akan direndahkan oleh Tuhan. Dapat dibuktikan dari kitab Amsal 8 : 13 (Tuhan membenci kesombongan) dan Mazmur 101 : 5 (Tuhan tidak menyukai seseorang yang sombong).

Ada 3 (tiga) alasan mengapa orang yang meninggikan diri akan direndahkan:

a. Meninggikan diri menjadi hambatan rencana Tuhan dalam hidup seseorang.

Orang yang rendah hati tidak akan terhambat sebab Tuhan memiliki rencana terindah bagi mereka. Sebaliknya, orang yang tinggi hati menjadi ambisius.

Contoh: Raja Herodes. Oleh karena ia tinggi hati dan jahat, dia perintahkan anak yang berusia di bawah 2 tahun dimusnahkan. Ia juga membunuh istrinya dan orang di sekitarnya. Oleh karena perbuatannya itu, ia mati dengan cara yang tidak layak: dimakan cacing.

Janganlah kita menjadi orang yang sok. Kalau ada guru, kita menjadi sok pintar. Begitu tidak ada guru, langsung kita lupa apa yang ia ajarkan dan kita langsung lecehkan dia. Ini merupakan karakter yang wajib dibuang dari seorang murid. Oleh sebab itu, apa yang guru ajarkan, perhatikan. Pasti Tuhan berkati.

b. Meninggikan diri menjadi penghambat pertumbuhan rohani.

Ini merupakan bahaya bagi orang yang tinggi hati yang merasa bahwa dirinya bisa melakukan segalanya. Dalam ibadah, orang yang tinggi hati merupakan orang yang ngobrol sendiri dengan temannya, atau orang yang duduk diam seolah-olah mendengarkan, tetapi pikirannya tidak fokus pada ibadah (melayang entah ke mana).

Contoh: Firaun. Ia direndahkan Tuhan oleh sebab kekerasan hatinya yang tidak mau mengizinkan bangsa Israel keluar menuju Mesir.

Agar iman kita bertumbuh, hendaknya kita merendahkan hati dan merendahkan diri.

Di abad 21 ini, banyak sekali terjadi kejahatan. Mereka mengajarkan teori homo homoni lupus, yang berarti manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Padahal, Alkitab mengajarkan tentang kasih. Contohnya dalam hal tolong-menolong (tapi bukan tolong-menolong dalam hal menyontek).

Orang Indonesia saat ini agak "bodoh" dan tinggi hati. Mereka mengetahui bahwa ada tulisan dilarang merokok. Tetapi mereka masih saja menghisap rokok (tetap memakai rokok). Kalau mereka mau diberkati Tuhan, jangan merokok lagi!

c. Meninggikan diri menjadi penghambat berkat Tuhan.

Di dalam Yesaya 11, dikatakan bahwa Tuhan memanggil kita agar menjadi orang yang rendah diri dan rendah hati agar diberkati. Orang yang rendah diri merupakan orang yang mau bertobat dan mau mengalami perubahan.


 

Ringkasan khotbah Pdt. Janathan Lopulalan (Meninggikan Diri akan Direndahkan), dengan beberapa pengubahan.

Ringkasan asli dapat dilihat di Alkitab Michael Lioe

Anda dapat membantu memperbaiki isi ringkasan khotbah ini lewat komentar atau Chat Box yang disediakan.


 

Tuhan YESUS memberkati

Jumat, 05 Februari 2010

Anak Alay

Pernah mendengar julukan tersebut? Julukan tersebut diberikan kepada seseorang yang hidupnya agak (mohon maaf agak kasar) "kurang beres" kehidupannya. Bisa dilihat dari bahasa dan tulisan yang mereka gunakan. Contoh: jika dalam bahasa Indonesia (dengan EYD) tertulis aku, mereka mengacaukannya dengan aq. Contoh lain: jika dalam bahasa Indonesia (dengan EYD) tertulis kamu, mereka mengacaukannya dengan qm atau qmu.

Akhir-akhir ini, orang-orang seperti mereka sudah meluas ke berbagai daerah. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka sehingga mereka bisa membuat bahasa dan tulisan sekreatif itu (kreatif di sini berarti kreativitas yang negatif: membuat bahasa semakin kacau). Ini hampir sama ketika bahasa dikacaukan oleh suatu bangsa. Kisah ini dimulai dengan hanya ada satu bangsa di Bumi. Kemudian, beberapa dari mereka pergi ke Timur untuk membuat kota dengan batu bata dan menara yang puncaknya sampai ke langit. Mereka kemudian mencari nama untuk bangsa yang baru mereka bangun agar mereka tidak terserak ke seluruh Bumi. Beberapa saat setelahnya, Tuhan turun untuk melihat kota yang mereka bangun. Dia berkata bahwa ini baru permulaan dari usaha mereka. Dan Dia akan membuat semuanya tidak terlaksana. Oleh karena itu, Dia mengacaukan bahasa mereka sehingga tidak ada yang mengerti. Akhirnya, mereka terserakkan oleh Tuhan ke muka Bumi dan berhenti membuat kota tersebut dan dinamainya Babel. Anak-anak alay sebenarnya juga berasal dari kisah ini. Perbedaannya, mungkin dari antara kita ada yang mengerti bahasa mereka [meskipun mirip dengan (mohon maaf, agak kasar) bahasa planet…] dan anak-anak alay belum berniat untuk membuat kota "alay".

Akan tetapi, jika kita memiliki iman yang kuat dan percaya kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan pengertian apa arti bahasa alay tersebut kepada kita.

Tuhan YESUS memberkati.

Catatan:

Anda dapat membantu mengubah artikel ini untuk hal-hal positif.

Sabtu, 30 Januari 2010

Jagalah Mulutmu

Akhir-akhir ini, banyak sekali orang yang sering mengucapkan kata-kata kasar Tidak perlu jauh-jauh. Di sekolah tempat saya belajar kini, banyak orang yang melontarkan kata-kata kasar dan mereka tidak merasa bersalah, sedangkan yang di"kata-katain" malah membalasnya dengan kata-kata yang kasar pula. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang melontarkan kata-kata tersebut kepada saya.

Dari kisah tersebut di atas, mereka yang melontarkan kata-kata kotor sebenarnya merupakan suatu pelanggaran terhadap salah satu ayat yang berbunyi, "Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu." Maksudnya, kita sebagai manusia harus bisa mengontrol atau mengendalikan mulut kita sendiri. Jangan sampai kita lontarkan kebun binatang dan kata-kata kasar lainnya sebab Tuhan tidak menghendaki murid-murid-Nya seperti itu.

Kita diciptakan oleh Tuhan. Mulut kita diciptakan oleh Tuhan. Tapi mengapa yang keluar adalah kebun binatang dan sebagainya? Saya ingatkan: kata-kata kasar yang kita keluarkan merupakan bisikan dan godaan dari setan agar kita berbuat dosa dan tidak layak di hadapan Tuhan. Juga, satu kata kasar yang kita lontarkan tidak akan membuat kita masuk ke dalam Surga (jelas, Tempat Mahasuci kenapa dinodai oleh kata (-kata) kasar kita?).

Saya tahu, untuk menghilangkan itu semua cukup sulit. Tapi lama-kelamaan kita tidak akan melontarkan kata-kata kasar lagi jika kita berusaha untuk tidak melontarkan kata-kata kasar tersebut.

Jagalah mulutmu, jangan sampai kata-kata kasar dan kebun binatang keluar dari kandang suara Anda. Tuhan YESUS memberkati.

Kamis, 21 Januari 2010

Rendah Hati pada Semua Orang

Kebaktian SMAK 4
Senin, 18 Januari 2010
Oleh: Pdt. Sugiarto

Bacaan alkitab diambil dari 1 Korintus 12 : 12 - 31 (Banyak Anggota tapi Satu Tubuh). Bacaan ini ditulis karena pada masa itu banyak orang yang tinggi hati.
Ada satu keluarga yang mapan (memiliki empat anak) dan mereka semua pintar. Suatu saat, mereka pergi ke luar dan menunjukkan ilmu mereka masing-masing. Yang bungsu mengatakan, "Saya akan membuat kerangka binatang dari tulang." Anak yang ketiga tidak mau kalah. Dia mengatakan, "Saya juga akan membuat organ tubuh bagian dalamnya." Anak yang kedua juga tidak mau kalah dengan mengatakan, "Saya juga akan membuat kulitnya." Sampai pada anak yang sulung. Sebagai anak pertama dan paling tua, dia tidak mau kalah dengan adik-adiknya. Dia berkata, "Saya juga akan menghidupkan binatang tersebut."
Si bungsu mencari tulang binatang di tebing, dan ia berhasil membuat kerangka binatang, tepat dengan yang ia katakan. Anak ketiga membuat organ tubuh bagian dalamnya, dan ia juga berhasil, sesuai dengan yang ia katakan. Begitu juga dengan anak yang kedua: ia membuat kulit dari binatang itu. Dan ia berhasil, sesuai dengan yang ia katakan. Terbentuklah harimau. Begitu anak pertama melihat bahwa binatang itu sudah jadi, ia sudah tidak niat untuk menghidupkannya. Tapi ia sudah berjanji akan membuat binatang itu hidup. Akhirnya ia memberi hidup kepadanya. Apa yang terjadi? Mereka mati diterkam harimau tersebut.
Dari cerita tersebut, kita dapat mengerti bahwa ketika orang memamerkan kesombongannya, maka ia harus menanggung resiko dan mati.
Perlu diingat, bahwa rendah hati berlainan dengan tinggi hati. Dalam kitab Amsal, tinggi hati mendahului kejatuhan dan merupakan kekejian. Sebagai contoh: Mike Tyson merasa bahwa ia merupakan seorang juara oleh karena ia mengalahkan semua musuh-musuhnya (oleh karena itu ia disebut sebagai leher beton). Akhirnya, ia kalah oleh lawannya yang ia anggap enteng. Di baju tinjunya (lawan yang mengalahkan Mike Tyson), terdapat tulisan Filipi 4 : 13 (sebagai tambahan, Mike Tyson pernah kalah sebanyak dua kali: oleh lawan Mike Tyson dalam pertarungan tinju dan oleh wanita cantik. Ia melakukan suatu perbuatan yang "di luar akal manusia". Akhirnya ia dipenjara).
Orang yang tinggi hati merupakan orang yang mendahului kejatuhan dan mengalami penghancuran. 
Contoh dalam alkitab: Haaman merupakan orang yang paling disegani kedua di Persia. Dia tinggi hati dan menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Ternyata tiang gantungan itu mengenai kepala Haaman sendiri.
Telah diketahui sebelumnya bahwa orang yang tinggi hati akan mengalami kejatuhan dan penghancuran. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan dikasihani, diberi pujian, dan mendapat keselamatan oleh Tuhan.
Orang yang rendah hati, meski ia kaya, ia tidak memamerkan kekayaannya.
Tidak mungkin kita berkata, "Saya adalah orang yang paling hebat." Padahal, Tuhan telah memberi talenta dan kemampuan kepada masing-masing orang.
Orang-orang di Korintus merasa bahwa mereka bisa membuat nubuat, mujizat, dan mengerti semua bahasa Roh. Padahal, itu semua hanya akan terjadi jika ada campur tangan dari Tuhan. Oleh karena itu, mereka mengadakan perpecahan dan Rasul Paulus menulis 1 Korintus 12 : 12 - 31.
Kita tidak perlu (bahkan tidak boleh) memamerkan segala sesuatu yang baik dalam diri kita, tetapi kelemahan dalam diri kita juga kita "pamer"-kan.
Paulus juga berkata dalam 1 Korintus 13 : 1: Yang paling tinggi adalah kasih. Jika kita peduli dan ramah terhadap orang yang lemah, kita pasti memiliki kasih.
Jika kita merupakan orang yang rendah hati, maka kita tidak boleh menghina orang lain. Ini merupakan karakter yang harus dibentuk.
Ilustrasi:
Ada seorang raja. Ia memiliki seorang anak. Karena raja sangat sibuk, ia memiliki permaisuri. Karena permaisuri itulah anak tersebut menjadi agak angkuh dan manja. Oleh karena itu, anak tersebut disuruh ke Bukit Bijaksana oleh Sang Raja. Jika anak tersebut gagal, maka seluruh harta kerajaan akan diserahkan kepada orang lain. Saat guru di tempat itu sedang mengajar, guru itu kewalahan karena melihat seorang anak raja yang bertingkah laku seenaknya. Suatu saat, guru itu mengajaknya minum teh. Anak itu mengambil cangkir kosong dan guru menuangkan teh. Meskipun cangkirnya sudah penuh, guru itu tetap menuang tehnya. Kemudian anak itu mengerang kesakitan karena panasnya teh tersebut.
Dari ilustrasi di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus mengosongkan cangkir hati kita. Cangkir hati yang penuh menunjukkan kesombongan atau ketinggi-hatian.
Perempuan-perempuan zaman sekarang sudah ada yang berani bikin geng, seperti geng anak jalan, geng motor, geng sepeda, dan lain-lain. Lebih baik, jangan dibuat karena akan menimbulkan persaingan yang negatif.
Sekali lagi, orang yang rendah hati merupakan orang yang peduli, mau belajar perasaan orang lain dan mau menghargai orang lain.

Diposting oleh: Michael Lioe (dengan beberapa perubahan).
Ringkasan khotbah asli dapat dilihat pada alkitab Michael Lioe.
Anda dapat membantu memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau lembar komentar.

Tuhan YESUS memberkati.

Senin, 11 Januari 2010

Pertolongan Tuhan Setelah Kebakaran

 Pertolongan Tuhan Setelah Kebakaran
Oleh: Minarto Jonathan, Gembala GBI Ampera dan GBI Angkasa

Kebakaran yang terjadi pada 23 April 2007, nyaris menghancurkan usaha spareparts yang saya rintis mulai dari nol. Selama 3 jam api membakar habis semua yang ada di toko dan hasilnya 17 truk sampah mengangkut sisa-sisa puingnya. Saya sempat down, begitu juga anak-anak. Tetapi puji Tuhan istri saya sangat menguatkan saya. Setelah dihitung total kerugian mencapai 3 milyar. Saya hanya bisa menangis dan menangis.
Tuhan ingatkan saya, "Bukankah sepanjang 2007, kamu banyak berbicara tentang Ayub? Perhatikan hamba-Ku Ayub!" Saya menangis, minta ampun. Memang setiap kali saya berkhotbah, selalu saya katakan kepada jemaat, "Jangan melihat kepada masalah yang ada. Pasti Tuhan beri kekuatan." Tapi waktu itu 'kan saya tidak sedang menghadapi masalah sehingga enteng saja bicara hal itu. Kemudian Tuhan beri kekuatan, saya bisa berdoa lagi bersama istri dan ketiga anak saya. Rumah memang masih ada tetapi mobil dijual dan semua tabungan dipakai membayar kerugian dan hutang, tapi masih tidak cukup.
Beberapa teman hamba Tuhan menawarkan bantuan 300 juta, 400 juta. Tapi saya tidak menerimanya karena ingin melihat pertolongan Tuhan. Kemudian mujizat Tuhan mulai terjadi dan berkat-Nya mengalir. Ada yang tiba-tiba memberi saya amplop berisi uang dan memaksa saya untuk menerimanya. Kemudian para supplier mulai berdatangan lagi, meskipun ada yang percaya kepada saya ada juga yang tidak. Ada beberapa yang meminta saya cepat-cepat merenovasi toko dan mereka tetap support saya. "Kita sudah kenal belasan tahun, jadi untuk pembayaran terserah bapak mau dicicil berapa lama, ada yang 6 bulan sampai 1 tahun setengah," begitu kata mereka.
Puji Tuhan, mertua saya memiliki lahan kecil seluas 1,5 × 5 m² tidak jauh dari tempat usaha saya. Dan saya mulai bangun toko yang tidak terlalu besar di sana sambil menunggu toko yang terbakar dibangun kembali dan direnovasi. Beberapa orang menitip jual barangnya di situ.
Karyawan saya berjumlah 20 orang dan setelah kebakaran tidak ada yang terkena PHK, karena di antara mereka sudah bekerja belasan tahun. Ada yang sudah bertobat dan ada pula yang sudah menikah dengan sesama karyawan. Sejak toko direnovasi sampai selesai tidak ada dari mereka yang mau digaji. Tepat 1 bulan 5 hari, toko selesai direnovasi.
Yang membuat saya heran, toko yang tadinya hanya bisa menampung 12 motor sekarang bisa menampung 3× lipat. Kamar karyawan yang tadinya hanya 3 sekarang menjadi 9 kamar. Kami berpikir setelah kebakaran dan tutup toko selama renovasi, langganan akan hilang, tapi ternyata semakin ramai. Puji Tuhan!!
Mujizat Tuhan sungguh luar biasa! Setelah kebakaran, selain toko kami makin ramai, barang di toko semakin banyak, rumah kami sekarang juga makin luas. Sampai banyak orang di sekitar kami yang tidak percaya karena setelah mengalami musibah kebakaran justru bisa membangun rumah yang lebih besar. Istri yang seorang akuntan juga sangat heran melihat uang yang ada.
Sungguh apa yang saya pelajari dari Ayub, saya alami. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus!!

Senin, 21 Desember 2009

Terang

Kamis, 17 Desember 2009
Kebaktian Natal SMAK 4: GKI Surya Utama
Pembicara: Pdt. Joseph Theo


Yohanes 1 : 5
Yohanes 3 : 19


Ada tiga hal mengenai terang:
Terang = sinar atau cahaya.
Firman Tuhan mengatakan: Terang telah datang (Terang di sini maksudnya Tuhan YESUS), tapi manusia lebih suka kegelapan.
Terang adalah sesuatu yang dapat menerangkan sesuatu yang lain, apalagi sesuatu yang tersembunyi. YESUS datang ke dunia karena dunia sudah mengalami kegelapan. Jika kita berada dalam kegelapan, kita tidak dapat melihat apa-apa. Oleh karena itu, kita perlu terang. Sudah bertahun-tahun kita keluar-masuk kamar dengan lancar dan tanpa gangguan karena ada terang. Tapi kalau dalam keadaan mati lampu (tidak ada cahaya), kita tidak dapat melakukannya dengan lancar.


Banyak orang tidak percaya YESUS bukan karena YESUS-nya jelek, tetapi mereka sendiri sudah masuk dalam kegelapan.


Terang = menyadarkan posisi di mana orang berada.
Saat Adam dan Hawa berbuat dosa dan bersembunyi, Tuhan berkata: Dimanakah engkau! Ini diakhiri dengan tanda seru sebab Tuhan sudah tahu keberadaan mereka.


Kalau pergi ke tempat yang salah, jangan lakukan (1 Korintus 15 : 33).


Di dalam kehidupan kita, kita punya tiga guru beserta pintunya: Guru orangtua (pintu rumah), guru di masyarakat (pintu masyarakat), dan guru di sekolah (pintu sekolah). Guru orangtua adalah orang yang selalu kita jumpai tiap hari. Mereka yang mendidik kita hingga saat ini dan masih mendidik kita. Guru di masyarakat adalah teman kita. Mereka yang biasa kita ajak bicara, curhat, dan sharing. Guru di sekolah adalah guru yang mengajar kita tentang segala sesuatu di sekolah. Di antara ketiga guru ini, yang paling berbahaya adalah guru di masyarakat, karena mereka bisa membawa kita menuju kebenaran, tapi bisa juga menjerumuskan kita kepada dosa (dan ini yang paling sering).


Berikut dua contoh akibat dari guru masyarakat:

  1. Ada seorang anak SMA, ia pergi ke sekolah. Pada saat pulang, ia berani ngomong "babi." Saat ditanya orangtuanya, "Siapa yang ngajarin?" Anak itu menjawab, "Teman saya."
  2. Ada seorang anak SMA, dia pergi ke sekolah dengan mobil sendiri. Setelah sampai di depan sekolah, ia tidak masuk ke sekolah tapi pergi ke mall. Dia mengganti seragam sekolah dengan baju kesehariannya. Setelah jam pulang sekolah tiba, ia mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, kemudian ia pulang. Sesaat kemudian, ada telepon dari pihak sekolah. Orangtua anak itu membantah bahwa anaknya pergi ke sekolah dengan bukti bahwa anaknya pergi dan pulang dengan seragam. Tapi pihak sekolah menjawab bantahan orangtua itu bahwa anaknya tidak ada di sekolah (alias bolos).
Jadi benarlah ada pernyataan berikut:
Satu dosa memerlukan banyak dosa untuk memperkuat dosa yang satu itu.
Satu kebohongan memerlukan banyak kebohongan untuk memperkuat kebohongan yang satu itu.

Salah satu bagian yang penting dalam kehidupan orang Kristen adalah baptisan. Yang terpenting dari baptisan bukan nama baru. Memang pada baptisan di gereja Kristen (dan juga gereja Katolik), seseorang akan mendapatkan nama baru. Tetapi itu bukan yang terpenting, melainkan perbuatan yang baru.
Percuma saja jika kita dibaptis masih bermain di warnet, masih nyontek, masih main playstation secara berlebihan.

Terang = melambangkan kejujuran dan keberanian, bukan kemunafikan.
YESUS disalib dan dibenci. Ia dibenci karena Ia menunjukkan kebenaran.
Anak kecil merasa ketakutan jika mati lampu. Oleh karena itu, kita harus memberikan alat penerang.
Untuk itu, kita harus menjadi seperti akuarium, yang dimana bisa terlihat dari sisi manapun.

Berikut merupakan dua contoh peristiwa yang menunjukkan suatu kemunafikan:
1. Anak di dalam rumah diacungkan jempol. Tapi di lingkungan masyarakat menjadi sebaliknya.
2. Murid di depan guru, "Selamat pagi pak/bu." Di belakang guru, "Kurangajar, lu!"
Jika Anda pernah mengalami kedua hal itu, ubahlah perilaku Anda!

Orang yang paling bahagia adalah orang yang selalu membagi-bagikan terang berupa kebenaran.

Ringkasan khotbah ini dibuat oleh Michael Lioe, dengan beberapa pengubahan.
Ringkasan khotbah asli dapat Anda lihat di alkitab Michael Lioe.
Anda juga dapat memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau komentar.

Tuhan YESUS memberkati


Minggu, 20 Desember 2009

Menjadi Manusia Sejati

Senin, 2 Desember 2009
Bidston (kebaktian khusus) Persiapan Ulangan Umum
Pembicara: Pdt. Simon Stevi


1 Korintus 3 : 10 - 11.
Ada falsafah yang berbunyi: Engkau dan saya akan menjadi manusia sejati atau manusia otentik jika kita memiliki kerja keras, komitmen (tekad), dan ketulusan.
Agustinus mengatakan bahwa kita semua bisa saja meninggalkan Tuhan kalau kita sedang mendapatkan suatu pencobaan.



Agustinus adalah seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan perempuan lain tanpa ikatan apapun. Setelah itu, mereka mempunyai seorang anak, tetapi kemudian anaknya dipanggil oleh Tuhan. Setelah itu, barulah ia menerima Tuhan.


Selain kerja keras, komitmen, dan ketulusan, ada tiga hal lain yang diperlukan untuk menjadi manusia sejati: cinta, kasih, dan doa.


Akal budi yang diberikan Tuhan kepada manusia menandakan bahwa manusia berbeda satu sama lain. Oleh karena kita memiliki akal budi, kita dapat belajar. Orang yang mau dan suka belajar adalah orang yang segambar (secitra) dengan Tuhan.
Dalam hidup, kita diberikan dua pilihan: belajar (bekerja keras) atau bermalas-malasan (tidak mau bersusah-payah, orang gampangan).
Orang yang belajar diibaratkan sebagai orang yang membangun rumahnya dengan emas, perak, dan logam. Ketiganya merupakan sesuatu yang mahal, sukar didapat, tetapi dapat bertahan sampai beberapa tahun.
Orang yang bermalas-malasan diibaratkan sebagai orang yang membangun rumahnya dengan jerami, rumput, dan kayu. Ketiganya merupakan sesuatu yang murah, mudah didapat, tetapi hanya bertahan sampai beberapa hari dan bisa hancur jika badai datang menerpa.


Otak kita diibaratkan sebagai RAM dan Hard Disk. Dalam komputer, jika RAM kecil tetapi Hard Disk besar, maka komputer tersebut akan berjalan secara lambat. Sebaliknya, jika RAM besar tetapi Hard Disk kecil, maka ruang penyimpanan untuk menyimpan suatu data sedikit. Oleh karena itu, keduanya harus besar agar komputer dapat digunakan secara baik.


Ringkasan khotbah ini diposting oleh Michael Lioe, dengan beberapa perubahan.
Ringkasan khotbah asli dapat dilihat di alkitab Michael Lioe.
Anda juga dapat memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau komentar.

Senin, 16 November 2009

Resensi Khotbah (SMAK 4)

Resensi Khotbah: Pdt. Adianto Surjadi
 Rendah Hati Disenangi Tuhan
Senin, 16 November 2009


Ester 6 : 1 - 14
Sebuah kisah yang menceritakan Mordekhai, seseorang yang merupakan orang buangan dan tawanan.

Ada beberapa hal yang ia perbuat dan sungguh berharga:
a. Menyelamatkan raja,
b. Menunjukkan kesetiaan terhadap raja, 
c. Menunjukkan jasa kepada bangsa,
    Dan lain-lain.

Fakta menyebutkan:
Jika ada raja yang mati, maka seluruh negeri akan terjadi kegoncangan. Jika ada pergantian raja, maka sebagian besar orang berebut jabatan menjadi raja.

Pada saat Ester dinobatkan sebagai ratu, ia tidak meminta jasa, karena menjadi ratu merupakan panggilan jiwa. Berbeda dengan orang-orang saat ini. Mereka hanya mau mencari upah dan jasa.

Setelah Mordekhai menyelamatkan raja, raja tidak dapat tidur dan memerintahkan agar membawa dan membaca kitab pencatatan sejarah. Dalam kitab itu, tercatat nama Mordekhai yang berupaya membunuh Raja Ahashweros. Setelah itu, Tuhan menggerakkan hati raja untuk memberikan pakaian kebesaran, kuda, dan mahkota yang selayaknya dipakai oleh raja pada umumnya.

Jika ada sesuatu yang kita kerjakan, maka kita harus mengerjakannya.

Mordekhai mendapat panggilan untuk menyelamatkan raja, dan tak ada seorangpun yang berani menegurnya. Artinya, jika kita mendapat panggilan, maka tidak ada seorangpun yang berani menegur kita.

Di dunia ini, banyak sekali orang yang pintar, tetapi kelakuannya agak buruk. Maka, tidak ada gunanya jika orangnya pintar, tapi kelakuannya buruk (sama saja dengan teroris).

Ada beberapa pengertian rendah hati menurut Mordekhai:
a. Mengerjakan sesuatu dengan tulus,
b. Bekerja tidak karena upah, tetapi untuk membangun hidup,
c. Tidak sombong, dan
d. Sabar.

Jika ada seseorang yang telah berjasa, tetapi tidak dianggap oleh seseorang, biarkan saja. Tunggu saja waktunya Tuhan.

Percuma saja jika kita pintar tapi kelakuan kita buruk. Maka dari itu, jangan hormati orang yang pintar tapi kelakuannya buruk, melainkan hormatilah orang yang pintar dan kelakuannya baik.

Resensi khotbah ini dibuat oleh: Michael Lioe, dengan beberapa perubahan.
Naskah asli dapat dilihat di Alkitab Michael Lioe.

Sabtu, 14 November 2009

Selamat, ya!

Seringkali saya melihat ada suatu kejadian, dimana ada seseorang (sebut namanya A) yang mengalami penderitaan. Entah diejek, dicaci-maki, dimarahi, atau yang lain. Tanpa saya duga, orang lain (si B) malah mengatakan, "Selamat, ya!".

Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan YESUS, jika Anda memiliki sifat yang sama dengan si B, berhati-hatilah. Sesungguhnya, iblis sedang berada di dalam diri Anda. Peristiwa tersebut merupakan salah satu sifat iblis, yaitu bersenang-senang atas penderitaan orang lain.

Saudara-Saudari sekalian, berhati-hatilah. Iblis sedang mencari seseorang yang bisa ia jadikan sebagai korban. Korban di sini adalah seseorang yang sifatnya sejenis dengan si B.

Saya mau bertanya sekarang: adakah di antara Saudara-Saudari yang pernah berbuat demikian? Jika ada, minta ampun sekarang kepada Tuhan. Saya yakin, jika Anda meminta maaf kepada Tuhan, Tuhan pasti akan mengampuni dosa Anda, sebab Dialah Yang Maha Ampun. Asal, Anda berjanji dan bersumpah kepada Tuhan dan diri Anda sendiri, bahwa Anda tidak akan berbuat demikian untuk yang kesekian kalinya.

Lalu, kapan ucapan selamat tersebut diucapkan? Ucapan selamat tersebut diucapkan pada saat teman kita sedang mengalami masa-masa yang indah, bersukacita, bergembira. Masa sih tidak bisa membedakan antara orang yang menderita dengan orang yang bersukacita?