Rabu, 05 Januari 2011
Posting Terakhir
Ini merupakan posting-an terakhir di blog saya.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi Anda dalam mengunjungi blog ini.
Saya juga mengucapkan permintaan maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan.
Sampai jumpa di lain kesempatan. :-)
Tuhan Yesus memberkati.
Kamis, 18 Februari 2010
Ramalan
Anda pasti pernah (paling tidak) mendengar kata ramalan. Ramalan adalah sesuatu yang disampaikan kepada seseorang tentang masa depan yang belum tentu terbukti kebenarannya dan tidak ada bukti sama sekali. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut peramal dan kegiatannya disebut peramal.
Ada berbagai cara yang digunakan peramal untuk meramal seseorang. Bisa dengan bola kristal, garis tangan, shio, bintang (horoskop), dan sebagainya. Anehnya, manusia-manusia seperti mereka kenapa bisa beredar luas di masyarakat (sama seperti lagu penghinaan pada entri sebelumnya)? Karena mereka tidak sama dengan kita, dimana mereka memiliki kekuatan tambahan entah dari mana (tapi yang jelas sangat tidak disukai oleh Tuhan).
Cara-cara meramal yang telah disebutkan di atas merupakan kekejian bagi Tuhan, karena Ia tidak mau anak-anak-Nya pergi ke jalan yang salah, yaitu bertanya kepada peramal mengenai keberuntungan mereka di masa yang akan datang. Dia pun sudah berkata di dalam alkitab bahwa Dia akan menentang orang yang berpaling kepada roh-roh peramal. Dia juga berkata bahwa kita tidak diizinkan oleh-Nya untuk pergi kepada peramal, meskipun orang lain tetap meramal.
Oleh karena itu, jangan sekali-kali kita meramal. Jangan sampai diri kita disesatkan oleh pengajaran iblis. Jangan ada lagi di antara kita yang buka program-program horoskop dan sejenisnya. Jika kita ingin menanyakan masa depan kita, tanyalah kepada Tuhan. Jangan tanyakan kepada peramal sebab mereka telah disesatkan iblis dan janganlah kiranya kita juga ikut disesatkan olehnya.
Tuhan Yesus memberkati.
Bersambung...
“Baunya Tuhan...”
Pada malam yang dingin di bulan Maret dan angin berhembus di kegelapan malam di Dallas, Amerika. Dan seorang dokter melangkah masuk ke dalam ruangan dimana Diana Blessing dirawat. Diana masih merasa pening akibat dari efek operasi. Diana baru saja dioperasi.
Suaminya, David menggenggam tangannya dan berusaha menahan emosinya atas berita yang baru saja didengarnya.
Siang itu pada tanggal 10 Maret 1991, Diana mengalami komplikasi pada kandungannya. Di usia kandungan baru 24 minggu dia harus menjalani operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi di dalam kandungannya. Maka lahirlah anak perempuan pasangan itu yang bernama Dana Lu Blessing. Dana hanya 12 inci dan massanya hanya 1 pon 9 ons (0,86 kg). Dan perkataan dokter yang lembut rasanya seperti bom bagi mereka. Dokter mengatakan dengan sebaik-baiknya, "Saya tidak yakin, anak ini akan dapat bertahan."
Hanya ada kemungkinan 10 persen, dia akan melewati malam ini. Dan jika dapat bertahan, hanya ada kesempatan yang sangat kecil dia dapat bertahan. Masa depannya akan sangat kejam.
Dengan rasa tidak percaya, David dan Diana mendengarkan apa yang dokter jelaskan tentang sesuatu yang sangat buruk. Dana sangat tidak mungkin untuk selamat. "Dana tidak akan dapat berjalan. Dia tidak akan dapat berbicara. Dia kemungkinan akan buta, dan dia pasti akan mudah untuk dapat menderita catastrophic (masalah besar) dari Celebral plasty (idiot) dan penghambatan perkembangan mental dan lain sebagainya."
"Tidak mungkin." Kata Diana tidak percaya.
Dia dan David, suaminya, dan anak lelakinya Dustin yang berumur 5 tahun, telah lama mendambakan seorang putri di dalam anggota keluarganya.
Sekarang mimpi itu telah terwujud...
Tetapi setelah hari itu berlalu dan penderitaan baru di dalam keluarga itu. Karena Diana mengalami pertumbuhan sistem sel saraf yang sangat lambat sehingga cahaya atau sentuhan dapat membuat dia merasa kesakitan (tidak nyaman), jadi mereka tidak dapat menggendong bayi mungil itu di dada dan memberikan rasa cinta yang besar.
Semua mereka lakukan untuk berdoa supaya Tuhan mau berjaga di dekat putri mereka yang berharga, dan Dana berjuang sendirian di bawah lampu sinar ultraviolet di dalam inkubator.
Mereka tidak melupakan bagaimana Dana bertumbuh dan akhirnya menjadi semakin kuat. Minggu demi minggu berlalu, Dana tumbuh dengan lambat namun pasti. Massa dan kekuatannya juga semakin bertambah.
Akhirnya, setelah Dana berusia 2 bulan, mereka mendapatkan izin untuk menyentuh Dana dengan tangan untuk yang pertama kalinya.
Dan dua bulan kemudian, dokter memperingatkan dengan lembut kemungkinan yang suram yang akan terjadi, kesempatannya sangat kecil untuk bertahan dan hidup dengan normal. Semuanya sangat kecil sekali. Dan Dana bisa dibawa pulang dari rumah sakit, seperti yang diinginkan ibunya.
Lima tahun kemudian, Dana telah menjadi seorang gadis kecil yang mungil dengan mata abu-abunya yang cerah dan semangat hidup yang luar biasa. Tidak ada tanda-tanda akan mengalami suatu gangguan mental atau fisik yang akan dideritanya. Dia seperti gadis kecil yang normal dengan segala aktifitasnya.
Tetapi cerita tidak berakhir di sini...
Di suatu siang yang panas, pada musim panas tahun 1996 di dekat rumah mereka di Irvine, Texas. Dana sedang duduk di pangkuan ibunya, di sebuah lapangan bola setempat, dimana saudaranya Dustin sedang latihan baseball bersama team-nya.
Seperti biasa, Dana mengoceh tanpa henti kepada ibunya dan beberapa orang dewasa duduk di dekat mereka ketika tiba-tiba Dana terdiam. Dana memeluk tangan ibunya dan merangkulkannya ke tubuh mungilnya. Lalu ia bertanya..
"Mama, mama mencium sesuatu?"
Ibunya mencoba menghirup udara dan berusaha mendeteksi akan mendekatnya badai.
"Ya, baunya seperti akan hujan." Diana menjawab.
Dana memandang mata ibunya dan bertanya lagi.
'Mama mencium baunya..."
Sekali lagi ibunya menjawab, "Ya. Saya pikir nanti akan hujan. Karena baunya seperti hujan." Meski masih dalam dekapan ibunya, Dana menggelengkan kepalanya dan menepuk pundak ibunya dengan tangan mungilnya. Dengan perlahan dia mengatakan,
"Bukan. Baunya seperti Dia..."
Itu baunya Tuhan Yesus, ketika kamu mendekap ke dada-Nya. Air mata mengalir ke pipi Diana karena Dana bahagia akan pertolongan Tuhan sehingga Dana dapat hidup seperti anak lainnya.
Sebelum hujan turun, perkataan Dana mengingatkan Diana akan keberadaan Dana dalam keluarga itu, di dalam hatinya selama ini.
Pada saat hari-hari yang panjang di dalam 2 bulan pertama kehidupan Dana, sistem sarafnya sensitif meskipun terhadap sentuhan. Pada saat itu, Dana tidak dapat didekap di dalam pelukan ibunya meskipun ibunya sangat menginginkannya.
Tuhan telah mendekap Dana di dalam pelukan-Nya dan menjaganya. Dan bau Cinta Tuhan terus diingat oleh Dana dengan sangat baik.
Dikutip dari:
ClickOn edisi September-November 2009, dengan beberapa pengubahan.
Lagu Penghinaan
Anda mungkin pernah mendengar lagu yang berjudul "Lelaki Buaya Darat" dan "Wanita Racun Dunia". Kedua lagu tersebut sebenarnya merupakan suatu penghinaan terhadap lawan jenis. Dan saya juga agak kurang tahu mengapa kedua lagu tersebut beredar luas di masyarakat, padahal isinya merupakan hinaan terhadap lawan jenis.
Coba Anda bayangkan, Tuhan sudah membuat pria dan wanita menurut gambar-Nya. Tuhan melihat bahwa keduanya hidup secara baik. Tapi oleh manusia dikacaukan sehingga akhir-akhir ini banyak pria dan wanita yang tidak pernah akur. Padahal, wanita dan pria merupakan satu-kesatuan sehingga keduanya dapat saling melengkapi, bukan saling menghina. Dapatkah Anda membayangkan, jika Tuhan Yesus menghina wanita dan Bunda Maria menghina pria. Apa yang terjadi? Pasti kacau balau, bukan?
Sebenarnya, kita boleh saja mendengar lagu-lagu dunia. Tapi kita juga harus berpikir secara rasional untuk menyukai lagu tersebut: apakah lagu tersebut hanya untuk menghibur atau untuk menghina seseorang? Kalau tujuannya untuk menghibur, tentunya bukan menjadi masalah untuk menyukai lagu tersebut. Tapi kalau tujuannya untuk menghina seseorang, jangan sekali-kali menyukainya karena akan timbul masalah yang sangat besar setelahnya. Oleh karena itu, berpikirlah secara rasional dalam memilih lagu-lagu dunia. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk berpikir secara rasional dalam memilih lagu rohani (ini akan di-posting di entri berikutnya).
Tuhan Yesus memberkati.
Catatan:
Anda juga dapat membantu memperbaiki artikel ini melalui chat box atau halaman komentar.
Senin, 15 Februari 2010
Tampilan Bukan Jaminan
Anda tentu mengetahui apa yang dimaksud dengan tampilan. Tampilan yang dimaksud di sini adalah bagian luar dari diri kita yang dapat dilihat oleh orang lain. Akhir-akhir ini, banyak orang yang menyatakan bahwa hanya melalui penampilan, mereka bisa melihat perilaku seseorang. Padahal, yang namanya penampilan hanya merupakan suatu pelengkap dan tidak dapat dijadikan sebagai skala untuk mengukur perilaku seseorang. Contoh: perempuan muda yang memakai pakaian berwarna pink terasa norak bagi berbagai kalangan. Padahal, yang namanya pakaian pink sekarang juga banyak dipakai oleh lelaki.
Tidak hanya sekadar perilaku, kesuksesan dan kekayaan pun juga tidak dapat diukur skalanya hanya dengan penampilan. Misalnya ada seorang wanita yang awet muda. Orang-orang mengatakan bahwa wajahnya sudah menandakan bahwa wanita itu merupakan seorang kaya raya. Padahal, orang-orang itu tidak tahu kalau (mohon maaf, agak menghina) wanita itu punya hutang.
Untungnya ada Tuhan Yesus. Dia tidak hanya melihat penampilan kita, tetapi juga hati kita. Dan hati kitalah yang menjadi penetapan bagi-Nya apakah kita layak di mata-Nya atau tidak. Dia tidak meminta kita untuk memakai pakaian yang istimewa. Percuma saja pakaian kita istimewa tapi hati kita tidak istimewa. Cukuplah dengan pakaian yang sederhana dan sopan serta hati yang istimewa, niscaya kita layak di mata-Nya. Oleh karena itu, jangan hanya menjaga penampilan kita, tetapi hati kita juga yang harus kita jaga.
Tuhan Yesus memberkati.
Selasa, 09 Februari 2010
Kesaksian Ibu Ratna Rotua Marpaung (GBI Cibubur): Janin Mati Hidup Kembali
Senin, 08 Februari 2010
Meninggikan Diri akan Direndahkan
Senin, 8 Februari 2010
Meninggikan Diri akan Direndahkan
Oleh: Pdt. Jonathan Lopulalan
Bacaan diambil dari Yesaya 5 : 15.
Jika kita menyimak Firman Tuhan di atas, di sana dikatakan bahwa orang sombong akan direndahkan.
Orang yang meninggikan diri sering berpikir bahwa meninggikan diri merupakan suatu kelemahan. Sebenarnya, orang yang meninggikan diri merupakan suatu kejahatan karena akan direndahkan oleh Tuhan. Dapat dibuktikan dari kitab Amsal 8 : 13 (Tuhan membenci kesombongan) dan Mazmur 101 : 5 (Tuhan tidak menyukai seseorang yang sombong).
Ada 3 (tiga) alasan mengapa orang yang meninggikan diri akan direndahkan:
a. Meninggikan diri menjadi hambatan rencana Tuhan dalam hidup seseorang.
Orang yang rendah hati tidak akan terhambat sebab Tuhan memiliki rencana terindah bagi mereka. Sebaliknya, orang yang tinggi hati menjadi ambisius.
Contoh: Raja Herodes. Oleh karena ia tinggi hati dan jahat, dia perintahkan anak yang berusia di bawah 2 tahun dimusnahkan. Ia juga membunuh istrinya dan orang di sekitarnya. Oleh karena perbuatannya itu, ia mati dengan cara yang tidak layak: dimakan cacing.
Janganlah kita menjadi orang yang sok. Kalau ada guru, kita menjadi sok pintar. Begitu tidak ada guru, langsung kita lupa apa yang ia ajarkan dan kita langsung lecehkan dia. Ini merupakan karakter yang wajib dibuang dari seorang murid. Oleh sebab itu, apa yang guru ajarkan, perhatikan. Pasti Tuhan berkati.
b. Meninggikan diri menjadi penghambat pertumbuhan rohani.
Ini merupakan bahaya bagi orang yang tinggi hati yang merasa bahwa dirinya bisa melakukan segalanya. Dalam ibadah, orang yang tinggi hati merupakan orang yang ngobrol sendiri dengan temannya, atau orang yang duduk diam seolah-olah mendengarkan, tetapi pikirannya tidak fokus pada ibadah (melayang entah ke mana).
Contoh: Firaun. Ia direndahkan Tuhan oleh sebab kekerasan hatinya yang tidak mau mengizinkan bangsa Israel keluar menuju Mesir.
Agar iman kita bertumbuh, hendaknya kita merendahkan hati dan merendahkan diri.
Di abad 21 ini, banyak sekali terjadi kejahatan. Mereka mengajarkan teori homo homoni lupus, yang berarti manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Padahal, Alkitab mengajarkan tentang kasih. Contohnya dalam hal tolong-menolong (tapi bukan tolong-menolong dalam hal menyontek).
Orang Indonesia saat ini agak "bodoh" dan tinggi hati. Mereka mengetahui bahwa ada tulisan dilarang merokok. Tetapi mereka masih saja menghisap rokok (tetap memakai rokok). Kalau mereka mau diberkati Tuhan, jangan merokok lagi!
c. Meninggikan diri menjadi penghambat berkat Tuhan.
Di dalam Yesaya 11, dikatakan bahwa Tuhan memanggil kita agar menjadi orang yang rendah diri dan rendah hati agar diberkati. Orang yang rendah diri merupakan orang yang mau bertobat dan mau mengalami perubahan.
Ringkasan khotbah Pdt. Janathan Lopulalan (Meninggikan Diri akan Direndahkan), dengan beberapa pengubahan.
Ringkasan asli dapat dilihat di Alkitab Michael Lioe
Anda dapat membantu memperbaiki isi ringkasan khotbah ini lewat komentar atau Chat Box yang disediakan.
Tuhan YESUS memberkati
Jumat, 05 Februari 2010
Anak Alay
Pernah mendengar julukan tersebut? Julukan tersebut diberikan kepada seseorang yang hidupnya agak (mohon maaf agak kasar) "kurang beres" kehidupannya. Bisa dilihat dari bahasa dan tulisan yang mereka gunakan. Contoh: jika dalam bahasa Indonesia (dengan EYD) tertulis aku, mereka mengacaukannya dengan aq. Contoh lain: jika dalam bahasa Indonesia (dengan EYD) tertulis kamu, mereka mengacaukannya dengan qm atau qmu.
Akhir-akhir ini, orang-orang seperti mereka sudah meluas ke berbagai daerah. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka sehingga mereka bisa membuat bahasa dan tulisan sekreatif itu (kreatif di sini berarti kreativitas yang negatif: membuat bahasa semakin kacau). Ini hampir sama ketika bahasa dikacaukan oleh suatu bangsa. Kisah ini dimulai dengan hanya ada satu bangsa di Bumi. Kemudian, beberapa dari mereka pergi ke Timur untuk membuat kota dengan batu bata dan menara yang puncaknya sampai ke langit. Mereka kemudian mencari nama untuk bangsa yang baru mereka bangun agar mereka tidak terserak ke seluruh Bumi. Beberapa saat setelahnya, Tuhan turun untuk melihat kota yang mereka bangun. Dia berkata bahwa ini baru permulaan dari usaha mereka. Dan Dia akan membuat semuanya tidak terlaksana. Oleh karena itu, Dia mengacaukan bahasa mereka sehingga tidak ada yang mengerti. Akhirnya, mereka terserakkan oleh Tuhan ke muka Bumi dan berhenti membuat kota tersebut dan dinamainya Babel. Anak-anak alay sebenarnya juga berasal dari kisah ini. Perbedaannya, mungkin dari antara kita ada yang mengerti bahasa mereka [meskipun mirip dengan (mohon maaf, agak kasar) bahasa planet…] dan anak-anak alay belum berniat untuk membuat kota "alay".
Akan tetapi, jika kita memiliki iman yang kuat dan percaya kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan pengertian apa arti bahasa alay tersebut kepada kita.
Tuhan YESUS memberkati.
Catatan:
Anda dapat membantu mengubah artikel ini untuk hal-hal positif.
Sabtu, 30 Januari 2010
Jagalah Mulutmu
Kamis, 21 Januari 2010
Rendah Hati pada Semua Orang
Senin, 11 Januari 2010
Pertolongan Tuhan Setelah Kebakaran
Senin, 21 Desember 2009
Terang
Kalau pergi ke tempat yang salah, jangan lakukan (1 Korintus 15 : 33).
Di dalam kehidupan kita, kita punya tiga guru beserta pintunya: Guru orangtua (pintu rumah), guru di masyarakat (pintu masyarakat), dan guru di sekolah (pintu sekolah). Guru orangtua adalah orang yang selalu kita jumpai tiap hari. Mereka yang mendidik kita hingga saat ini dan masih mendidik kita. Guru di masyarakat adalah teman kita. Mereka yang biasa kita ajak bicara, curhat, dan sharing. Guru di sekolah adalah guru yang mengajar kita tentang segala sesuatu di sekolah. Di antara ketiga guru ini, yang paling berbahaya adalah guru di masyarakat, karena mereka bisa membawa kita menuju kebenaran, tapi bisa juga menjerumuskan kita kepada dosa (dan ini yang paling sering).
Berikut dua contoh akibat dari guru masyarakat:
- Ada seorang anak SMA, ia pergi ke sekolah. Pada saat pulang, ia berani ngomong "babi." Saat ditanya orangtuanya, "Siapa yang ngajarin?" Anak itu menjawab, "Teman saya."
- Ada seorang anak SMA, dia pergi ke sekolah dengan mobil sendiri. Setelah sampai di depan sekolah, ia tidak masuk ke sekolah tapi pergi ke mall. Dia mengganti seragam sekolah dengan baju kesehariannya. Setelah jam pulang sekolah tiba, ia mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, kemudian ia pulang. Sesaat kemudian, ada telepon dari pihak sekolah. Orangtua anak itu membantah bahwa anaknya pergi ke sekolah dengan bukti bahwa anaknya pergi dan pulang dengan seragam. Tapi pihak sekolah menjawab bantahan orangtua itu bahwa anaknya tidak ada di sekolah (alias bolos).
Minggu, 20 Desember 2009
Menjadi Manusia Sejati
Senin, 16 November 2009
Resensi Khotbah (SMAK 4)
b. Menunjukkan kesetiaan terhadap raja,
